Pemerintah dukung industri telekomunikasi kembangkan bakat digital

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah mendukung penuh upaya industri perangkat telekomunikasi dalam mengembangkan bakat digital di kalangan generasi muda tanah air.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan hal itu selaras dengan Program Transformasi Digital Indonesia dengan empat pilar utama yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital.

“Indonesia perlu pemberdayaan sumber daya manusia yang luar biasa. Dan kita ingin bagaimana kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk membuat masyarakat semakin produktif,” ujar dia dalam rilis pers, Rabu.

Hal itu disampaikannya usai meninjau Apple Developer Academy di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Selasa (26/3).

Baca juga: Menkominfo ungkap program untuk ekosistem startup dukung desa kreatif

Baca juga: Menkominfo tinjau fasilitas pengembangan talenta digital di BSD

Budi Arie menyatakan hasil akhir dari penerapan teknologi adalah masyarakat yang lebih produktif.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mengapresiasi komitmen pelaku industri dalam mendorong pengembangan talenta digital dan memproduksi berbagai aplikasi yang bisa berguna bagi masyarakat.

“Kami melihat bahwa setiap korporasi di Indonesia harus punya stakeholders value. Dalam hal ini lingkungan tempat dia tumbuh (ekosistemnya harus lebih bagus). Apple saya pikir adalah perusahaan yang memiliki komitmen itu, untuk mendorong peningkatan kualitas ekosistem,” tuturnya.

Dalam kunjungan itu, Menteri Budi Arie melihat langsung kegiatan belajar mengajar dan beberapa aplikasi yang telah dikembangkan peserta Pelatihan Apple Developer Academy.

Mulai dari aplikasi manajemen daya hingga manajemen karbon yang menjadi solusi permasalahan lingkungan hidup.

Budi Arie mengatakan para peserta menampilkan produk-produk yang luar biasa. Misalnya tentang listrik manajemen power di rumah masing-masing yang menurut hitungan mereka, bisa menghemat 30 persen.

Menkominfo juga mengapresiasi aplikasi emisi karbon yang berfokus pada manajemen penggunaan limbah sampah dan penanganan kanker.

“Pokoknya menurunkan emisi karbon. Saya (juga) lihat soal konveksi kanker yang sudah canggih. Sekarang ini angkanya sudah 66 persen sampai 67 persen, mereka mau ke 80 persen sampai 90 persen tingkat akurasinya,” ujarnya.

Budi Arie menyatakan sistem pembelajaran yang berlangsung di Apple Developer Academy menggunakan skema Challenge Based Learning, artinya, peserta didik ditantang membuat solusi berupa aplikasi setelah menerima dasar-dasar pembelajaran.

“Ya, namanya akademi ini kan tempat orang belajar. Kalau sumberdaya manusianya muncul yang hebat-hebat, bagus-bagus, nanti juga akan mendukung penguatan masyarakat digital,” kata dia.

Budi Arie berharap pelatihan sejenis akan dapat melatih dan menguatkan talenta digital nasional dan membawa perubahan baik untuk memenuhi Visi Indonesia Digital 2045.

Baca juga: Menkominfo siap temui perwakilan raksasa teknologi Microsoft dan Apple

Baca juga: Menkominfo ungkap langkah membangun masyarakat digital yang unggul

Baca juga: Menkominfo minta talenta digital mampu bersaing di kancah global
 

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024