Mengenang kembali inventor Thomas Alva Edison

Jakarta (ANTARA) – Hari ini, tanggal 11 Februari, 177 tahun lalu, Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio, Amerika Serikat. 

Pria dengan banyak penemuan berharga bagi dunia itu merupakan bungsu dari tujuh bersaudara a​​nak pasangan Samuel Ogden Edison Jr dan Nancy Matthews Elliott. 

Menurut biografi singkat yang disiarkan di laman Edison Innovation Foundation, pendidikan formalnya terhenti pada usia 12 tahun, tetapi seluruh hidupnya dipenuhi hasrat untuk belajar secara mandiri.

Gurunya tidak sabar menghadapi keaktifan dan rasa ingin tahunya, sehingga ibunya mengeluarkan dia dari sekolah dan mengambil alih tugas untuk mendidiknya.

Sebagian besar pengetahuan Edison diperoleh melalui studi dan latihan mandiri. Pada usia sebelas tahun, misalnya, dia memiliki laboratorium kimia sendiri di ruang bawah tanah rumahnya di Port Huron dan telah membaca buku seperti “Decline and Fall of the Roman Empire”, “History of the World”, “Anatomy of Melancholy”, dan Kamus Ilmu Pengetahuan.

Pada usia dua belas tahun, orang tua Edison mengizinkan dia untuk bekerja menjadi tukang koran dan penjual permen di kereta Grand Trunk Railroad yang berangkat dari Port Huron ke Detroit.

Pekerjaan itu menunjukkan bakat bisnis dan ambisi Edison yang jauh melebihi rata-rata anak seusianya. Dia merawat laboratorium kimia di gerbong bagasi kereta, yang juga berfungsi sebagai tempat mesin cetak tempat Edison muda menjalankan The Weekly Herald, surat kabar pertama yang pernah diedit, diterbitkan, dan dicetak di kereta yang bergerak.

Selain itu, ia menjadi perantara sayur-sayuran dan buah-buahan segar, membeli dari petani di sepanjang rute dan menjualnya ke pasar Detroit.

Setelah menyelamatkan seorang anak dari bawah kereta barang yang bergerak di Michigan, Edison mendapat kesempatan untuk mempelajari telegrafi dari ayah anak itu.

Keahlian Edison sebagai pengirim dan penerima pesan telegraf membuatnya mendapatkan pekerjaan sebagai telegrafer tetap di jalur Grand Trunk di Stratford Junction, Ontario, pada berusia tujuh belas tahun.

Namun, dia kemudian dipecat karena seorang pengawas menemukan kreasi rahasianya, sebuah perangkat yang secara otomatis “melapor” melalui kabel dalam kode Morse setiap jam padahal sebenarnya Edison sedang tidur siang untuk mengganti waktu tidurnya yang hilang karena belajar.

​Edison selanjutnya pergi ke Boston dan bekerja di Western Union sebagai operator. Di waktu luang, ia mengembangkan penemuan pertamanya untuk dipatenkan, sebuah mesin untuk mencatat dan menghitung secara elektrik “Ayes” dan “Nays” yang diberikan oleh anggota badan legislatif.

Dari Boston, Edison pergi ke New York pada 1869. Selagi bekerja di Gold and Stock Telegraph Company dan kemudian menjadi mitra Franklin L. Pope di perusahaan mereka, Edison menciptakan Universal Stock Printer untuk keperluan transaksi saham.

Pada tahun 1876, Edison mendirikan laboratorium penelitian pertamanya di Menlo Park, New Jersey, yang menjadi tempat kelahiran berbagai penemuan besarnya.

Salah satu pencapaian awalnya adalah penemuan lampu pijar yang praktis pada tahun 1879. Lampu pijar Edison menjadi tonggak penting dalam sejarah teknologi listrik dan membuka jalan untuk penggunaan listrik di rumah, perkantoran, dan industri.

Edison juga dikenal karena menemukan mesin kinetoskop pada tahun 1891, yang merupakan prototipe untuk kamera film modern. 

Pemancar telepon karbon ditemukan oleh Edison pada tahun 1877, tahun yang sama ketika ia memperkenalkan fonograf kepada dunia.

Menurut Encyclopedia Britannica, Edison secara sendiri maupun bersama-sama memegang 1.093 paten. Sedangkan artikel yang disiarkan di laman Edison Innovation Foundation menyebutkan dia sejauh ini telah memiliki 1.100 paten.

Selain sebagai penemu, Edison juga dikenal sebagai pengusaha. Dia mendirikan General Electric (GE) pada tahun 1892. 

Thomas Alva Edison meninggal dunia pada 18 Oktober 1931 di West Orange, New Jersey, Amerika Serikat, pada usia 84 tahun. 

Baca juga: AII tawarkan BRIN kerja sama komersialisasi invensi dan inovasi
Baca juga: Unand pastikan inventor dapat 60 persen hak royalti dari hasil inovasi

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2024