Kemenparekraf galakkan pengembangan olahraga air di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggalakkan pengembangan olahraga air di Tanah Air untuk mendongkrak pertumbuhan wisata olahraga atau sport tourism di Indonesia.

“Olahraga air, seperti yang dilakukan di Danau Toba dan juga di Bali, nanti ada ironman, oceanman, itu juga kita galakkan,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat.

Selain lari, kata Vinsen, olahraga air merupakan salah satu sport tourism yang dapat mengundang massa, baik dari dalam maupun luar negeri.

Oleh karena itu, Vinsen melihat olahraga air sebagai salah satu potensi sport tourism Indonesia yang harus digalakkan pengembangannya.

Saat ini, tutur Vinsen melanjutkan, pemerintah sedang dalam proses negosiasi dengan pihak luar untuk menjadikan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sebagai tuan rumah dalam perhelatan kompetisi aquabike, sebagaimana yang berlangsung di Danau Toba, Sumatera Utara, Aquabike World Jetski Championship 2023.

“Ini baru dinegosiasikan. Kalau bisa (diselenggarakan) pada 2025, karena kita harus siapkan infrastruktur juga, seperti di Danau Toba itu,” kata Vinsen.

Vinsen mengatakan bahwa kegiatan terkait sport tourism yang rutin diselenggarakan di Labuan Bajo didominasi oleh olahraga lari. Ia berharap, melalui aquabike, pemerintah dapat mengembangkan potensi sport tourism di Labuan Bajo.

Selain itu, Vinsen juga menyinggung soal perhelatan F1 Powerboat Danau Toba yang sudah dikontrak untuk diselenggarakan di Danau Toba selama lima tahun, yakni 2023-2027.

“Itu juga akan mendatangkan wisatawan mancanegara,” ucap dia.

Dengan menggalakkan pengembangan olahraga air, Vinsen berharap Indonesia mampu mewujudkan proyeksi sport tourism atau wisata olahraga sebesar Rp18,7 triliun pada 2024.

Selain menggalakkan olahraga air, kata Vinsen, pemerintah juga berupaya untuk mempermudah regulasi perizinan penyelenggaraan acara di Indonesia dengan melakukan digitalisasi layanan guna mendongkrak sport tourism.

“Kami pastikan dulu perizinan tidak mumet, tidak pusing, tidak ruwet. Itu penting sekali,” kata Vinsen.

Baca juga: Menparekraf: Indonesia jadi penyelenggara terbaik olahraga air

Baca juga: Kemenko Marves-IMI jajaki peluang pendirian sekolah balap di Toba

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Nurul Aulia Badar
Copyright © ANTARA 2024