Buka-bukaan Erick Thohir: Rp9,5 Triliun Dana Pensiun BUMN Salah Investasi

Merdeka.com – Menteri BUMN, Erick Thohir buka-bukaan soal hasil audit pengelolaan dapen atau dana pensiun BUMN. Dia menemukan adanya indikasi salah penempatan investasi mencapai Rp9,5 triliun.

“Dapen BUMN kan kemarin pengelolaannya sudah dikonsolidasi. Rp9,5 triliun terindikasi ada salah investasi atau korupsi,” kata Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (25/5).

taboola mid article

Erick melaporkan, Kementerian BUMN sudah ambil tindakan terhadap kasus korupsi dapen BUMN. Namun, dia menegaskan tidak semua dana pensiun tersebut terindikasi korupsi.

“Tentu yang korupsi kemarin sudah diambil tindakan. Yang salah investasi bukan korupsi, karena (fluktuasi) market/pasar. Itu kita dorong 3-5 tahun transisi penyehatan,” ucapnya.

“Seperti juga Jiwasraya, kan perlu 2-3 tahun (proses penyehatan). Yang penting rule of the game-nya benar,” dia menambahkan.

Belajar dari kasus sebelumnya, Erick lantas menyerahkan proses penyehatan dana pensiun BUMN kepada IFG Life. Terlebih, dia menilai perusahaan tersebut kini telah dikomandoi Hexana Tri Sasongko, sosok berkompeten yang juga mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“Kan IFG udah pengalaman, sudah ada pak Heksana dirutnya, yg rambutnya tambah tipis, ngurusin, sekarang tambah tipis lagi,” kata Erick Thohir.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

[idr]

__Posted on
__Categories
Nasional